Sekelumit Sejarah Perjalanan Virus: SARS, MERS, Hingga COVID-19

Daftar Isi [Tampil]
sejarah virus sars, mers, hingga covid-19
Rubrikpena.com - Tahun 2020 akan menjadi salah satu ukiran sejarah besar dalam kehidupan umat manusia.

Dimana Indonesia dan negara-negara di dunia pada tahun ini tengah berjuang menghadapi tantangan besar.

Yakni berupa wabah virus beranama COVID-19 (coronavirus disease that was discovered in 2019), atau juga dikenal dengan virus corona.

Sebelum virus corona dinyatakan menjadi pandemi, beberapa negara di dunia tercatat pernah terjangkit virus SARS (severe acute respiratory syndrome).

Sumber pertama virus ini diduga berasal dari kelelawar kemudian menular ke luak hingga menginfeksi manusia. SARS pertama kali terdeteksi sekitar bulan November 2002 di Provinsi Guangdong, China selatan. 

Virus ini kemudian menyebar begitu cepat dan menjangkit beberapa negara. Sehingga kemudian WHO (World Health Organization) memasukan kategori penyebaran virus ini menjadi epidemi.

Karena virus SARS ini sedikitnya telah terdeteksi di 26 negara di Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, hingga Eropa.


Perjuangan belum selesai. Tahun 2012 lalu, gelombang wabah virus besar kembali melanda Arab Saudi. Virus ini dikenal dengan sindrom pernapasan Timur Tengah, ialah virus MERS (middle east respiratory syndrome)

Setelah Arab Saudi, kemudian ada 27 negara di Asia, Afrika, Eropa, Amerika yang kemudian terinfeksi. Sama halnya dengan SARS, MERS juga merupakan penyakit yang menyerang pernapasan.

Hasil analisis kemudian mengatakan bahwa penyebab dari SARS, MERS dan bahkan COVID-19 yang saat ini tengah melanda disebabkan oleh kelompok virus yang disebut dengan virus corona.

Meskipun disebabkan oleh jenis virus yang sama, tapi penyebaran COVID-19 ini terbilang lebih cepat jika dibandingkan dengan SARS dan MERS.

COVID-19 terdeteksi pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada akhir tahun 2019. Kemudian memasuki tahun 2020 virus ini telah menyebar dengan begitu cepat ke hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia.

Bahkan dalam jangka waktu satu bulan saja, virus ini telah menyebar ke 26 negara. 

Di Indonesia kasus positif COVID-19 pertama kali terkonfirmasi pada tanggal 2 Maret 2020.  Informasi ini kemudian diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dua orang positif terjangkit corona, berawal dari pertemuan di sebuah klub dansa di Jakarta pada tanggal 14 Februari 2020. Dimana dua orang tersebut melakukan pertemuan dengan Warga Negara Jepang yang ternyata Ia dinyatakan positif corona. 

Setelah itu, angka statistik pasien positif corona terus menunjukan peningkatan. Seiring perkembangan waktu, beberapa provinsi di Indonesia juga kemudian mengkonfirmasi adanya pasien positif corona.

Data secara global pasien terkonfirmasi positif corona terus menunjukkan kenaikan. Hingga akhirnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa virus corona yang tengah mewabah dikategorikan sebagai pandemi global.

Tersanderan oleh Corona

terhindar dari wabah corona
Bukan hanya kasus secara global, laju penyebaran virus corona di Indonesia juga terbilang sangat cepat. Data rata-rata secara nasional pun selalu menunjukan tren peningkatan setiap harinya. 

Berbagai upaya penanggulangan dan pencegahan telah dilakukan oleh pemerintah. Dari mulai memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak, hingga melakukan berbagai langkah antisipasi penularan virus yang luas. 

Sebagai langkah antisipatif, beberapa kepala daerah menerapkan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), penerapan physical distancing, dan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat akan bahaya wabah sehingga masyarakat perlu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

Baca Juga:
Penyebaran virus ini benar-benar memberikan dampak yang besar secara global. Indonesia seolah tersandera karena wabah ini.

Bagaimana tidak, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat menjadi terbatas dan bahkan terhenti.

Akibatnya perekonomian Indonesia dan bahkan dunia nyaris berhenti bergerak, seolah tak berdaya menghadapi makhluk ini. 

Rumah ibadah, sekolah, perusahaan, kantor-kantor pemerintahan, mall hingga pasar ditutup. Semua aktivitas dilakukan dari rumah sebagai langkah pengendalian sebaran virus corona.

Namun, ketika data-data mulai menunjukan kestabilan dan bisa terkendali penyebarannya. Beberapa provinsi, kota dan kabupaten di awal Juni mulai melonggarkan aturan PSBB.

Agar kemudian masyarakat bisa produktif dan beraktivitas kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Bergandeng Tangan Melawan Corona

Indonesia lawan corona, covid-19
Ganasnya wabah COVID-19 ini berdampak besar bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Maka, perlu dilakukan langkah-langkah pengendalian dengan manajemen yang tepat dari pemerintah pusat hingga daerah. 

Sehingga sinergi yang terbangun ini akan menjadi salah satu solusi dalam penanganan wabah. Selain itu, karena berkaitan dengan wabah penyakit, pengendaliannya tentu akan bergantung pada infrastruktur kesehatan.

Namun, disamping peran besar pemerintah pusat hingga daerah dan infrastruktur kesehatan yang memadai.

Ada satu elemen yang menjadi kekuatan besar dan tak boleh ditinggalkan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa, termasuk dalam menghadapi wabah COVID-19, yaitu masyarakat.

Budaya gotong-royong telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dikala pandemi melanda negeri, banyak masyarakat Indonesia yang terdampak secara langsung.

Ada yang penghasilannya menurun, ada yang tak bisa bekerja, ada yang kesulitan mendapatkan bahan makanan, hingga kekurangan berbagai perlengkapan medis untuk penanganan pasien akibat corona.

Namun, lihatlah masyarakat Indonesia. Demi membantu sesama, tak sedikit masyarakat yang berinisiatif untuk menggalang dana yang dilakukan secara daring.

Baik itu melalui konser amal, lelang barang, dan penggalangan dana melalui berbagai situs donasi secara daring.

Hingga akhirnya, ketika dana telah terkumpul masyarakat berbondong-bondong saling membantu untuk meringankan beban yang tengah dipikul. 

Baca Juga:
Selain itu, kolaborasi masyarakat untuk saling mengingatkan agar tetap mengikuti aturan pemerintah.

Yakni menerapkan protokol kesehatan dalam segala aktivitas dan tetap di rumah jika memang tidak ada keperluan mendesak untuk keluar rumah. 

Hal ini dilakukan atas nama kemanusiaan, atas nama solidaritas, atas nama persatuan yang semuanya dibangun dengan cinta kepada sesama dan kepada Ibu Pertiwi.

0 Response to "Sekelumit Sejarah Perjalanan Virus: SARS, MERS, Hingga COVID-19 "

Post a Comment

Gimana Artikelnya Gan? Tulis komentar di bawah ini ya !

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1 mgid

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel mgid